Kanduri Maulod atau Kenduri Maulid pada masyarakat Aceh erat kaitannya dengan peringatan hari kelahiran Pang Ulee (penghulu alam) Nabi Muhammad SAW, utusan Allah SWT yang terakhir dan pembawa serta penyebar ajaran agama Islam. Karena itu kenduri ini sering juga disebut Kanduri Pang Ulee.

Kenduri Maulid oleh masyarakat Aceh dianggap sebagai suatu tradisi. Hal itu didasarkan pada pemahaman bahwa Nabi Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari alam kebodohan ke alam berilmu pengetahuan. Masyarakat Aceh sebagai penganut agama Islam melaksanakan Kenduri Maulid setiap bulan Rabiul Awal, Rabiul Akhir dan Jumadil Awal.

Kenduri Maulid yang dilaksanakan pada bulan Rabiul Awal disebut Maulod Awai (Maulid Awal) yang dimulai dari tanggal 12 Rabiul Awal sampai berakhir bulan Rabiul Awal. Sedangkan Kenduri Maulid yang dilaksanakan pada bulan Rabiul Akhir disebut Maulod Teungoh (Maulid Tengah) yang dimulai dari tanggal 1 bulan Rabiul Akhir sampai berakhirnya bulan Rabiul Akhir tersebut. Selanjutnya, Kenduri Maulid pada bulan Jumadil Awal disebut Maulod Akhee (Maulid Akhir) yang dilaksanakan sepanjang bulan Jumadil Awal.

Pelaksanaan Kenduri Maulid berdasarkan rentang tiga bulan di atas mempunyai tujuan supaya masyarakat Aceh dapat melaksanakan kenduri secara keseluruhan dan merata. Sehingga apabila pada bulan Rabiul Awal belum mampu melaksanakan kenduri, pada bulan Rabiul Akhir belum juga mampu, maka masih ada kesempatan pada bulan Jumadil Awal. Umumnya seluruh masyarakat Aceh mengadakan Kenduri Maulid, hanya waktu pelaksanaannya yang berbeda-beda, tergantung pada kemampuan menyelenggarakan dari masyarakat.

Menyambut tradisi Kanduri Maulod di Aceh diawali dengan shalawat, zikir dan syair-syair mengagungkan Allah SWT dan mendoakan keselamatan untuk Rasulullah SAW dan keluarganya, beserta sahabat serta untuk seluruh umat Islam. Shalawat, zikir dan syair ini dibawakan para remaja putra maupun putri. Suara-suara itulah yang dirangkum dalam bentuk “Barzanji” yang merupakan salah satu ciri khusus dalam tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW di Aceh.

Acara Kenduri Maulid dilaksanakan di mushola atau masjid. Hidangan yang tersedia memang dibawa para jamaah dari rumah. Biasanya sebelum disantap bersama-sama akan dilaksanakan doa bersama. Setelah itu para jamaah akan makan bersama. Ada salah satu larangan atau pantangan saat Kenduri Maulid, yaitu makanan yang disediakan harus habis atau jika sisa harus dibawa pulang. Sebab sangat pantang menelantarkan kenduri karena ini adalah sedekah.

Iklan

Pemerataan pendidikan yang dirancang pemerintah untuk pendidikan di seluruh bagian Indonesia belum membuat seluruh masyarakat khususnya di daerah terpencil seperti Pulo Aceh belum menikmati pendidikan selayaknya pendidikan di daerah kota. Pendidikan di Pulo Aceh yang tertinggal jauh disebabkan beberapa faktor, salah satunya kualitas guru yang ditempatkan di daerah tersebut. Kondisi kualitas guru ini membuat masyarakat di daerah perbatasan dan kepulauan Indonesia tidak dapat meningkatkan kompetensi pendidikannya karena tidak adanya pemeratan pendidikan yang seimbang. Kebanyakan para guru lebih tertarik mengajar di daerah perkotaan karena lebih nyaman juga menyebabkan kualitas guru yang mengajar di daerah terpencil pun juga pas-pasan, berbeda dengan yang ada di perkotaan.

Masalah yang tidak kalah menyita perhatian dalam pendidikan terutama di daerah terpencil adalah kualitas guru. Tuntutan mengajar seorang guru di daerah terpencil lebih berat bila dibandingkan tuntutan guru yang mengajar di daerah perkotaan. Hambatan ini dipicu oleh masalah minimnya sarana dan prasarana penunjang proses pembelajaran di daerah terpencil. Sehingga, seringkali seorang guru di daerah terpencil memutar otak untuk memenuhi hal tersebut. Apalagi bobot materi yang harus diajarkan harus sesusai dengan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sejak diberlakukannya UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) sebagai standar kelulusan bagi siswa-siswi sekolah menengah. Hal ini tentunya menambah beban mental bagi guru di pedalaman, karena selain harus memikirkan hidupnya sebagai seorang individu di daerah terpencil, seorang guru di daerah terpencil juga harus memikirkan tanggungjawabnya sebagai seorang guru.

Selain itu terdapat beberapa masalah lainnya yaitu kualifikasi dibawah standar, guru-guru yang kurang kompeten, serta ketidaksesuaian antara kualifikasi pendidikan dengan bidang yang ditempuh, penerapan kurikulum di sekolah belum sesuai dengan mekanisme dan proses yang standarkan.Kesenjangan kualitas pendidikan antara di kota dengan di daerah terpencil masih tinggi. Masih banyak sekolah-sekolah di daerah terpencil yang masih belum mendapat  perhatian khusus dari pemerintah. 

1.2. Kondisi Sekolah

Di Pulo Breuh yang berpenghuni sekira 5.000 jiwa, penduduk terbagi dalam 17 desa. Ada lima SD/sederajat di sana, serta dua SMP, masing-masing di Rinon dan Blang Situngkoh. SMA Negeri 2 Pulo Aceh hanya ada di Blang Situngkoh. Perkara fisik bangunan tak masalah karena semua sekolah sudah permanen. Namun fasilitas dan ketersediaan guru membuat aktivitas belajar mengajar di pulau ini jauh dari harapan.

SMA Negeri 2 Pulo Aceh merupakan satu-satunya pilihan bagi anak didik untuk melanjutkan pendidikan menengah atas di pulau breuh yang terdiri dari 3 ruangan belajar yakni kelas X IPA, XI IPA, XII IPA dan X IPS (kelas jauh). X IPS (kelas jauh) yang baru saja di setujui pelaksanaannya pada tahun 2017 dengan memakai ruang kelas SMP di Rinon yang jaraknya sekitar 25 Km dan waktu sekitar 30 menit dari sekolah induk kami menyebutnya “ menjemput bola”.

 

1.3. Kondisi Wilayah dan Akses

Pulo Aceh adalah sebuah nama kecamatan di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Merupakan daerah kepulauan yang di kawasan ini terdapat dua pulo besar (pulo dalam bahasa Indonesia diartikan pulau) yaitu Pulo Nasi dan Pulo Breuh (breuh artinya dalam bahasa Indonesia beras). Selain itu Kecamatan Pulo Aceh terdapat tiga kemukiman (mukim) dan 17 gampong (desa). Tiga kemukiman tersebut yaitu Mukim Pulo Breuh Utara, Mukim Pulo Breuh Selatan, dan Mukim Pulo Nasi. Kecamatan ini mempunyai delapan pulau. Dengan dua pulau besar, dan enam lainnya agak kecil. Letaknya, paling barat Indonesia, berdampingan dengan lautan lepas Samudera Hindia.

Transportasi menuju Pulo Aceh harus menggunkan kapal karena melewati jalur laut, belum ada jalan darat yang menghubungkan dari Banda Aceh ke Pulo Aceh. Ada beberapa rute yang dapat digunakan untuk menuju ke Pulo Aceh tergantung dari mana tujuannya. Rute ke Pulo Nasi biasanya menggunakan kapal feri papuyu yang berlabuh dari pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh ke Pulo Nasi dengan jadwal keberangkatan pada hari dan jam tertentu dengan biaya Rp 18.000- Rp 25.000. Sedangkan rute ke Pulo Breuh berdasarkan tujuan desa yang mau dituju yang berlabuh dari Lampulo, Banda Aceh menuju ke pelabuhan rinon, pelabuhan lampuyang, dan ke pelabuhan gugop dengan menggunakan boat (kapal) nelayan. Biaya yang di keluarkan untuk penumpang sebesar Rp 25.000 per orang, sedangkan barang lainnya seperti kendaraan roda dua itu memliki biaya khusus. Berangkat pukul 14.00 WIB dengan menggunakan kapal nelayan. Kapal ini khusus mengantar orang atau barang ke Pelabuhan seurapong. Perjalanan yang di tempuh sekitar 2 jam itupun bila laut tenang dan biasanya sore sampai ke tujuan, Sedangkan untuk jadwal kembali ke Banda Aceh biasanya pagi hari pukul 8.00 WIB dengan kapal yang sama. Dengan kata lain setiap kali berangkat kepulo aceh harus menginap paling sedikit 1 malam.

 

1.4. Permasalahan Sosial Budaya

Sosial budaya masyarakat Pulo Aceh tidak jauh berbeda dengan sosial budaya masyarakat aceh itu sendiri, karena warga Pulo Aceh merupakan pendatang dari berbagai daerah Aceh yang menetap dan berkeluarga disana dan hanya sebagian kecil yang bukan dari daerah Aceh. Ini termasuk juga bagi para yang berdinas di sana, termasuk juga beberapa guru dan kepala sekolah yang merupakan pendatang.

Usia pendidikan hampir sama dengan usia peradaban manusia dan tak dapat kita pungkiri bahwa pendidikan adalah suatu hal yang fundamental dalam kehidupan manusia untuk menciptakan manusia yang bukan hanya terdidik tapi juga yang nantinya akan meneruskan perjuangan bangsa. Kita tidak bisa memungkiri bahwa guru mempunyai peran yang sangat penting dalam pendidikan. Seperti istilah “guru kencing berdiri murid kencing berlari”. Begitulah bagaimana pentingnya peranan guru dalam pendidikan. Setiap gerak-gerik guru menjai model bagi siswa. Ketika siswa belajar, guru pun senantiasa belajar untuk selalu menigkatkan kualitas mengajarnya.

Masalah pelik yang kemudian dihadapi adalah banyaknya jumlah anak putus sekolah yang tempat tinggal mereka di daerah terpencil sehingga untuk menjangakaunya bukanlah hal mudah untuk dilakukan. Hal ini menimbulkan image bahwa kurangnya pemerataan pendidikan di wilayah desa terpencil khususnya bagi anak-anak yang putus sekolah. yang sebagian besar diantaranya termasuk masyarakat kurang mampu.

Warga setempat sangat akrab dan ramah terhadap para pendatang baik untuk berwisata atau melakukan kegiatan komunitas, dan juga sangat mendukung kegiatan yang membangun pendidikan namun tetap selektif.

1.5. Permasalahan Ekonomi

Pulau yang termasuk ke dalam salah satu kawasan memiliki banyak potensi pariwisata, khususnya pariwisata bahari, wisata sejarah, dan wisata Alam. Adapun beberapa potensi wisata bahari yang terdapat di Pulo Aceh antara lain Pantai Nipah, Pantai Deumit, Pantai Deudap, Pantai Alue Reuyeng, Pantai Pasi Raya, Pantai Meulingge, Pantai Balu, Pantai Alue Raya, Pantai Pasi Lambaro, Pantai Pasi Raya, Pantai Mata-ie, Pantai Krisek, Pantai Lapeng, dan beberapa teluk yang sangat indah. pariwisata merupakan salah satu jenis industri baru yang mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang cepat dan menyediakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat. Sektor pariwisata juga akan meningkatkan penghasilan dan standar hidup rakyat, serta menstimulasi sektor-sektor produktivitas lainnya.

Namun orang-orang di sana sudah cukup bahagia hidup dengan memakan hasil kebun, sawah dan buruan di laut. Anak-anaknya cukup gembira dengan bermain setiap hari meski tak sering mendapat ilmu pengetahuan.

1.6. Permasalahan Keamanan

Menjaga perdamaian di Aceh tidak semudah membalikkan telapak tangan, akan tetapi butuh proses dan waktu yang dibarengi dengan semangat keikhlasan serta kesungguhan semua komponen masyarakat dalam menyingkirkan berbagai kendala. secara umum situasi keamanan di daerahnya ini sangat kondusif.

Dalam kondisi damai ini semua elemen masyarakat dapat berbuat banyak dan memiliki peluang bagi peningkatan perekonomian, mutu pendidikan, pembangunan infrastruktur serta masyarakat terbebaskan dari rasa takut, khawatir atas segela bentuk ancaman bahaya keselamatan jiwanya. Membangun rasa saling percaya tidaklah mudah, tetapi merupakan suatu proses yang membutuhkan waktu dan upaya terus menerus dari semua pihak yang dilandasi ketulusan bagi terciptanya perdamaian abadi di wilayah Aceh. Untuk mewujudkan impian mulia itu, semua komponen masyarakat harus menyadari situasi damai dan aman merupakan salah syarat untuk meraih kemakmuran.

 

BAB II

FOKUS PERMASALAHAN DAN SOLUSI

2.1. Fokus permasalahan

Ujian Nasional atau UN Merupakan amanah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dikenal juga dengan Computer Based Test (CBT) merupakan pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan bantuan komputer sebagai media ujiannya yang merupakan perbaikan dari pelaksanaan ujian berbasis kertas Paper Based Test (PBT).

Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2017 secara online dan terbatas di SMA Negeri 2 Pulo Aceh. Hasil penyelenggaraan UNBK mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Dari informasi yang diperoleh di situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hanya diselenggarakan pada sekolah yang sudah siap baik dari infrastruktur, SDM, maupun peserta. Infrastruktur sejauh mungkin memanfaatkan laboratorium komputer yang ada di sekolah. Teknologi Informasi dengan menggunakan UNBK dapat mempersingkat alur distribusi soal yang panjang dan memerlukan waktu lama sehingga kerawanan kebocoran soal dapat diminimalisasi. Indikator suksesnya pelaksanaan UNBK dapat dilihat diantaranya adalah dengan meningkatnya jumlah penyelengara UNBK secara nasional dengan penilaian penyelengaraannya lebih jujur adil dan efisien baik secara penyelengaraan maupun secara pendanaan. Siswa justru lebih senang dan dapat lebih berkonsentrasi dalam mengerjakan soal karena tidak disibukkan dengan menghitamkan lembar jawab seperti yang dilakukan dalam ujian nasional berbasis kertas.

Teknis Pelaksanaan

                 Gambar 1. Flowchart Pelaksanaan UNBK

flow chart unbk

Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).

Persyaratan sekolah peserta UNBK adalah

  1. Tersedia petugas laboratorium komputer  :
  • 1 Orang Proktor (orang yang bertanggungjawab mengendalikan server untuk sebuah sekolah ).
  • 1 Orang Teknisi IT.
  1. Dapat menyediakan sarana komputer dengan spesifikasi (minimal) sebagai berikut:
  2. Server (utama dan cadangan):
  3. PC/Tower/Desktop (bukan laptop)
  4. Processor Xeon atau i5
  5. RAM 8 GB, DDR 3
  6. Harddisk 250 GB
  7. Operating System (64 bit): Windows Server/Windows 8/Windows 7/Linux Ubuntu 14.04
  8. LAN CARD, dua unit
  9. UPS (tahan 15 menit)
  10. Jumlah server mengikuti rasio 1 : 40 (1 server maksimal untuk 40 client)
  11. Cadangan 1 server.
  12. Client (utama dan cadangan):
  13. PC atau Laptop
  14. Monitor minimal 12 inch
  15. Processor minimal dual core
  16. RAM minimal 512 MB
  17. Operating System: Windows XP/Windows 7/Windows 8/LINUX
  18. Web Browser: Chrome/Mozilla Firefox/Xambro
  19. Hardisk minimal tersedia 10 GB (free space)
  20. LAN Card
  21. Jumlah client mengikuti rasio 1 : 3 ( 1 client untuk 3 peserta)
  22. cadangan minimal 10%.
  23. Headset/earphone (untuk ujian listening SMA/MA dan SMK)
  24. Jaringan internet dengan bandwidth minimal 1 Mbps
  25. Jaringan area lokal (Local Area Network – LAN)

Dalam penyelenggaraannya sistem UNBK masih merupakan sistem yang berbasis semi online, yaitu paket soal dikirim dari server pusat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan secara online melalui jaringan pada H-1 menjelang UN dan kemudian dilakukan sinkronisasi pada server lokal yang berada di sekolah selanjutnya siswa yang melaksanakan ujian akan dilayani oleh server lokal tersebut secara offline. Tugas proktor adalah men-download dan men-sinkron terlebih dahulu data-data dari pusat kemudian disimpan pada server sekolah. Pada hari pelaksanaan, proktor juga berwenang meminta token dari pusat untuk bisa membuka soal yang ada di masing-masing sekolah. Tugas proktor selanjutnya menjaga server dan jaringan client di ruang ujian supaya tetap terhubung. Juga memperbaiki masalah-masalah teknis jaringan, seperti soal yang tidak muncul, tidak bisa log in dan lainnya. Setelah ujian usai, proktor pula yang berwenang meng-upload jawaban siswa ke server pusat.

Identifikasi Masalah

  1. Pelaksanaan UNBK tidak merata diseluruh sekolah-sekolah di Indonesia, terkait masalah infrastruktur yang belum memadai. Berbagai masalah terkait infrastruktur jaringan dan internet (file image/vdi harus di download oleh server lokal, file tersebut terbagi menjadi 7 bagian yang masing-masing berukuran 700 MB cukup susah diunduh, kecepatan download di beberapa sekolah hanya mencapai 10 kbps, hanya beberapa sekolah yang berhasil mengunduh file tersebut).
    1. Masalah jaringan internet yang memiliki kecepatan berbeda-beda di tiap daerah.
    2. Menjadi beban tambahan bagi siswa yang belum terbiasa menggunakan komputer.

2.2. Solusi  

            Pada akhirnya pemerintah menetapkan untuk mengadakan Ujian Nasional Berbasis Komputer untuk setiap sekolah, tapi untuk sekarang ini SMA Negeri 2 Pulo Aceh belum mempunyai komputer dan koneksi internet yang memadai untuk melakukan UNBK sehingga beberapa sekolah melaksanakan UNBK di sekolah lain (Menumpang). Tetapi saya memilih melaksanakan untuk mandiri dan tidah menyerah dengan keadaan kapasitas saya sebagai proktor di SMA Negeri 2 Pulo Aceh. Adapun cara untuk menyiasatinya  adalah:

  1. Merakit server UNBK dengan mengganti RAM sesuai spesifikasi RAM UNBK adalah 8 GB yang ditentukan oleh kemendikbud, RAM saya ambil dari hasil pembongkaran CPU aset sekolah yang hampir tak terpakai lagi kemudian digabungkan menjadi 4 slot yang masing-masing slot terdiri dari RAM 2 GB.
  2. Jaringan internet yang tidak memadai memaksa kami melakukan singkron dengan membawa server kebanda aceh demi mendapatkan koneksi yang lebih baik upaya untuk keberhasilan sinkronisasi UNBK, karena pada saat singkronisasi jaringan internet harus benar-benar kuat seperti terlihat pada gambar diatas. Pada saat pelaksanaan kami menggunakan modem untuk jaringan internet.
  3. Jangan melewatkan jadwal Simulasi UNBK. Kegiatan ini sangat penting karena memberi kesempatan kepada siswa untuk mengetahui kesiapannya menghadapi UNBK. Seorang siswa yang pada saat simulasi hasilnya belum memuaskan akan belajar lebih giat lagi agar mendapat nilai UNBK yang lebih baik. Sementara bagi mereka yang hasil simulasinya sudah baik akan merasa sedikit lebih tenang dan lebih “pede (percaya diri)” untuk menghadapi UNBK. Dalam kegiatan simulasi UN, seorang siswa akan mengerjakan soal yang mirip dengan soal ujian nasional sesungguhnya. Mengapa demikian? Karena soal-soal dalam Simulasi UNBK sudah disusun sesuai dengan Kisi-Kisi Ujian Nasional, model dan jumlah soalnya sama, setiap paket harus dikerjakan dalam waktu sesuai waktu UNBK.

 

BAB III

DAMPAK DAN MANFAAT PENERAPAN  SOLUSI

3.1 Dampak Penerapan Solusi

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau juga sering disebut dengan istilah Computer Based Test (CBT) merupakan sistem pelaksanaan ujian nasional yang menggunakan sarana komputer sebagai media ujiannya. Kadangkala, UNBK disebut juga sebagai Ujian Nasional yang paperless (tanpa kertas). Di dalam pelaksanaannya, UNBK sangat berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas (Paper Based Test) yang telah berlangsung sangat lama. UNBK sangat mengandalkan media informatika dengan penggunaan dominan pada perangkat komputer. Penyelenggaraan UNBK tersebut menggunakan sistem semi-online yaitu dengan pengiriman soal dari server pusat secara online (sinkronisasi) menuju server lokal (sekolah), kemudian pelaksanaan ujian siswa menggunakan server lokal (sekolah) secara offline. Setelah ujian selesai, hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload). Dengan diberlakukannya sistem komputersasi ini tentunya akan memberikan dampak positif dan negatif.

Dampak positif dengan dilaksanakannya UNBK ialah:

  • Siswa lebih percaya diri karena melaksanakan disekolahnya sendiri
  • Kepercayaan dinas pendidikan kabupaten terhadap satuan pendidikan semakin meningkat
  • Penghematan penggunaan media tulis hingga 100%
  • Penghematan biaya operasional Ujian Nasional mulai dari tingkat Satuan Pendidikan, Dinas Pendidikan Kab./Kota, hingga Dinas Pendidikan Provinsi
  • Optimalisasi pengawas ruangan di tingkat satuan pendidikan
  • Pemangkasan sistem birokrasi Ujian Nasional
  • Pengiriman data langsung dan terpusat
  • Minim terjadinya manipulasi jawaban

Sedangkan dampak negatifnya ialah sekolah harus menyediakan:

  • Penyiapan sarana komputer dan perlengkapannya
  • Harus terdiri dari tenaga ahli meliputi: proktor, dan teknisi
  • Instalasi jaringan dan sistem yang mumpuni
  • Listrik yang mampu mengcoverpada saat UNBK berlangsung (alt:Genset/.UPS)
  • Jaringan internet yang mumpuni.

3.2 Manfaat dari Dampak atas Penerapan Solusi 

  1. Tidak terjadinya pungutan yang dibebankan kepada orang tua dengan alasan untuk menyewa/membeli komputer untuk mengikuti UNBK.
  2. Kondisi psikologis yang baik siswa siswi peserta UNBK.
  3. Siswa/i tidak merasa ada perbedaan dan Diskrimnasi Pelaksanaan UNBK bagi sekolah-sekolah yang tidak memiliki infrstruktur bagus, terutama di daerah-daerah terpencil.
  4. Siswa lebih mudah dalam mengerjakan soal tanpa harus berkutat dengan pensil dan kertas pada saat pengisian lembar jawaban

 

 BAB IV

KEBERLANJUTAN DAN REPLIKASI

 4.1 Keberlanjutan Solusi

Adanya bantuan 2 unit server ( Utama dan Cadangan )  dan 10 unit client untuk pelaksanaan UNBK tahun 2018 sebagai bentuk bukti dukungan dinas pendidikan kabupaten dan pusat terhadap SMA Negeri 2 Pulo Aceh karena telah sukses menyelenggarakan UNBK tahun sebelumnya yaitu tahun 2017.

Tim Helpedks sangat berkontribusi dalam memberikan bantuan dari permasalahan yang terjadi secara langsung ataupun tidak dan berupaya menyukseskan penyelenggaraan UNBK pada tahun 2018.

4.2 Replikasi Solusi 

Pada tahun 2017 SMP Negeri 2 Pulo Aceh Menggelar Ujian Nasional dengan pelaksanaan ujian berbasis kertas Paper Based Test (PBT) namun pada tahun ini 2018 pihak SMP Negeri 2 dan 3 Pulo Aceh yang merupakan tetangga sekolah yang letaknya kurang lebih 2 KM dan 20 KM menyelenggarakan Computer Based Test (CBT) merupakan pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan bantuan komputer sebagai media ujiannya yang merupakan perbaikan dari pelaksanaan ujian berbasis kertas Paper Based Test (PBT) dengan menumpang dan memakai fasilitas yang berada di SMA Negeri 2 Pulo Aceh.

 

BAB V

PENUTUP

 5.1 Kesimpulan

  1. Pelatihan dan workshop bagi proktor, teknisi, guru maupun siswa dan setiap stakeholder yang terlibat dalam kegiatan UNBK.
  2. Perlu upaya pemerataan infrastruktur dan fasilitas sekolah-sekolah baik negeri maupun suasta terkait infrastruktur dan fasilitas penyelengaraan UNBK.
  3. Memberikan pembekalan teknis kepada para petugas pusat yang akan melaksanakan pelatihan dan verifikasi sekolah yang akan menyelenggarakan
  4. Diperlukannya latihan-latihan atau simulasi dalam berbagai tahapan.
  5. Perlu dilakukan monitoring secara terus-menerus dalam hal kesiapan baik sebelum, pada saat pelaksanaan dan setelah pelaksanaan untuk menjadi bahan evaluasi pada pelaksanaan UNBK pada tahun-tahun berikutnya.
  6. Perlu dilakukan kajian ulang dalam pelaksanaan UNBK dengan UN berbasis kertas dan harus dilakukan secara bersamaan baik itu jenis pelajaran dan waktu yang diadakan UNBK sama dengan UN berbasis kertas sehingga integritas UNBK dapat ditingkatkan lebih baik

 5.2 Saran 

  1. Untuk meningkatkan dan mensukseskan penyelengaraan UNBK perlu upaya persiapan UNBK yang dilakukan oleh sekolah-sekolah penyelengara. Persiapan tidak hanya secara sarana dan prasarana tetapi juga penyiapan secara teknis dan mental siswa.
  2. Sosialisasi kepada siswa harus sudah dilakukan pada simulasi dalam berbagai tahapan sehingga sekolah-sekolah dan para guru meyakini bahwa siswa peserta UNBK mampu melaksanakan ujian berbasis komputer tersebut.
  3. Dari hasil monitoring dan observasi harus dapat diidentifikasi berbagai masalah, kesulitan dan kendala teknis yang dapat dihadapi oleh siswa dan sekolah penyelengara sehingga kekhawatiran siswa akan kesulitan secara teknis dalam mengikti UNBK dapat diminimalisir.

 

No
Nama
NUPTK
JK
Tempat Lahir
Tanggal Lahir
NIP
1
Desi Novita
10110817188001
P
Ulee Paya
1988-07-01
2
Dewi Safriati
P
Reudeup
1985-11-05
3
Fasbir
2563760661120003
L
Montasik
1982-12-31
198212312006041010
4
Favesri Shintawati
1111201504131292
P
Kab.Grobokan
1989-08-18
198908182015042002
5
Fitriani
P
Paloh
1987-07-17
6
Hasmaya Elita
3142749651300113
P
Ujung Padang
1971-08-10
197108102003122002
7
Ibnu Abbas
2549760663200023
L
Jeunieb
1982-12-17
8
Lia Sufliza
1111201504130402
P
Langsa
1987-05-28
198705282015042001
9
Marliati
1034755657300063
P
Alue Keutapang
1977-02-07
197702072014012001
10
Masri
6648758660200042
L
Ulee Paya
1980-03-16
11
Nasibah Moloi
3838745646300022
P
Blang Pauh II Aceh Timur
1967-12-31
196712312006042032
12
R. Mufti Auliansyah
1111201504133022
L
Madiun
1989-01-14
198901142015041001
13
Raisul Akbar
5252758660200043
L
Pangkalan Susu
1980-09-20
198009202006041017
14
Rapang Bangkit Anggayana
1111201504130962
L
Banjarnegara
1989-05-24
198905242015041001
15
Saefur Rahman
1111201504136862
L
Wonosobo
1988-02-11
198802112015041001
16
Saifuddin
5261740641200023
L
Bambi
1962-09-29
196209292000081002
17
Saifullah
8957753655200032
L
Paloh
1975-06-25
197506252003121008
18
Tan Alimas
1753738641200032
L
Pulau Banyak
1960-04-21
196004211986011005
19
Yenni Soraya
1111201504136892
P
Tebing Tinggi
1990-01-18
199001182015042001
20
Zulkarnaini
6044745649200033
L
Lamlumpu
1967-07-12
196707121993071004

MATA PELAJARAN

      Mata Pelajaran      : Penjaskes

      Program Studi       : IPA

PELAKSANAAN

      Hari/tanggal           :

Jam                                   :

PETUNJUK UMUM

  1. Isikan nomor ujian, nama peserta dan tanggal lahir pada Lembar JawabanUjian Nasional (LJUN), sesuai petunjuk di LJUN
  2. Hitamkan bulatan didepan nama mata ujian pada LJUN
  3. Tersedia waktu 120 menit untuk mengerjakan paket tes tersebut .
  4. Jumlah soal sebanyak 40 butir, pada setiap butir soal terdapat 5 (Lima) pilihan jawaban.
  5. Periksa dan bacalah soal-soal sebelum anda menjawabnya.
  6. Laporkan kepada pengawas ujian apabila terdapat lembar soal yang kurang jelas, rusak, atau tidak lengkap.
  7. Mintalah kertas buram kepada pengawas ujian, bila diperlukan.
  8. Tidak diizinkan menggunakan kalkulator, Hp,Tabel matematika atau alat bantu hitung lainnya.
  9. Periksalah pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada pengawas ujian.
  10. Lembar soal tidak boleh dicoret-coret, difotokopy, atau digandakan. 

 

 

 

 

 

 

 

 Gambar

 

 

 

 

 

 

 

 

SMA NEGERI 2 PULO ACEH

UJIAN SEMESTER GANJIL

TAHUN PELAJARAN 2013/2014

 

Mata Pelajaran : PENJAS                      Waktu               :  60 Menit

Kelas/ Jurusan  :  XI/IA                          Guru Bid. Studi :  Raisul Akbar,S.Pd.MPd

 
   

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan cara memberikan tanda silang (X) pada huruf  a, b, c, d atau e pada lembar jawab yang tersedia !

 

  1. Penyerangan dalam permainan bola basket yang dilakukan secara cepat dan kilat secara serentak disebut …

a.Pivot                                                                   d. Lay up      

  1. Jump ball                                                        e. Fast break
  2. Shoot                                                              
  3. Lemparan hukuman bebas pada permainan bola basket, akan mendapatkan angka sebesar…
    1. 5 angka                                                           d. 2 angka
    2. 4 angka                                                           e. 1 angka
    3. 3 angka

3.   Lemparan bola basket dari daerah persyaratan akan mendapatkan angka sebesar …

  1. 5 angka                                                           d. 2 angka
  2. 4 angka                                                           e. 1 angka
  3. 3 angka

4.   Panjang dan lebar ukuran papan pantul pada lapangan bola basket adalah …

  1. 1,20 meter dan 1,80 meter                            d. 1,25 meter dan 1,85 meter
  2. 1,10 meter dan 1,85 meter                            e. 1,25 meter dan 1,90 meter
  3. 1,15 meter dan 1,75 meter

5.   Fungsi menggiring bola tingi adalah …

  1. menyusup pertahanan lawan                                 
  2. memperoleh posisi mendekati basket lawan.       
  3. menggiring bola dalam menghadapi lawan
  4. mengacaukan pertahan lawan
  5. mengolah lawan menempel ketat

6.   Fast break adalah senjata ampuh dalam bola basket yang berarti ….

  1. Tembakan kilat                                          d. Pertahanan cepat
  2. Perlawanan ketat                                       e. Penyerangan bertahap
  3. Serangan kilat

7.   Apabila seorang pemain menembak bola dari luar daerah bersyarat, maka akan    mendapatkan angka sebesar …

  1. 5 angka                                                           d. 2 angka
  2. 4 angka                                                           e. 1 angka
  3. 3 angka

8.   Memutar badan dengan salah satu kaki menjadi poros , putaran tersebut disebut …

  1. Jump ball                                                       d. Pivot
  2. Jump shoot                                                    e. Lay up
  3. Fast break

9.   Induk organisasi nasional bola basket di Indonesia adalah …

  1. PERBASI                                                      d. PERSANI
  2. PERSARI                                                      e. PERBASASI
  3. PERCASI

10   Dasar umum pembuatan pola permainan bola basket adalah ….

  1. Ada pemain pengatur serangan
  2. Ada pemain pengamanan serangan
  3. Ada pemain penembak serangan
  4. Ada pemain bertahan
  5. Semua benar

11. Dalam permainan bola basket, tugas seorang forward adalah ….

a.   Menjaga daerah belakang

b.   Menyusup ke pertahanan lawan

c.   Membendung tembakan lawan

d.   Melakukan rebound

e.   Memberikan umpan

  1. Tujuan utama permainan sepak bola adalah
    1. Menggunakan taktik dan strategi
    2. Memasukan bola kedalam gawang lawan
    3. Memainkan bola seindah-indahnya
    4. Menjaga daerah pertahanan
    5. Menggunakan teknik yang cantik
  2. Yang tidak termasuk teknik dengan bola pola penyerangan permainan sepak bola adalah
    1. Operan satu – dua
    2. Lemparan kedalam
    3. Teknik Off Side
    4. Tendangan penjuru
    5. Tendangan bebas
  3. Nomor lari yang diperlombakan dalam lari estafet adalah:
    1. 4 x 100 meter dan 4 x 300 meter
    2. 4 x 100 meter dan 4 x 400 meter
    3. 4 x 100 meter dan 4 x 500 meter
    4. 4 x 100 meter dan 4 x 600 meter
    5. 4 x 200 meter dan 4 x 700 meter
  4. Dalam lapangan lari estafet, Jarak tempat pergantian tongkat adalah:………
    1. 20 meter                                              d. 40 meter
    2. 25 meter                                              e. 45 meter
    3. 30 meter
  5. Pada lari estafet pelari kedua, ketiga dan keempat menggunakan start:……………
    1. Jongkok                                              d. berjalan
    2. Berdiri                                                  e. ½ berjalan
    3. Melayang
  6. Permainan bola basket dimainkan dua regu, masing-masing regu terdiri dari:
    1. 5 orang                                                d. 3 orang
    2. 6 orang                                                e. 11 orang
    3. 7 orang                       
  7. Permainan bola basket diciptakan oleh:
    1. William G. Morgan                              d. Dr. Hasley
    2. Dr. Luther                                            e. Dr. James A. Naismith
    3. Dr. Gulick                               
  8. Ukuran panjang lapangan bola basket adalah:
    1. 24 meter                                              d. 29 meter
    2. 25 meter                                              e. 30 meter
    3. 26 meter                     
  9. Menendang bola dapat dilakukan dengan berbagai teknik kecuali :
    1. Menendang bola dengan punggung kaki
    2. Menendang bola dengan kaki bagian dalam
    3. Menendang bola dengan kaki bagian luar
    4. Menendang bola dengan tumit kaki
    5. Menendang bola dengan lutut kaki
  10. Teknik menghentikan bola yang datangnya dari atas, dapat dilakukan dengan:
    1. Kaki bagian dalam                              d. A, b dan c benar
    2. Kaki bagian luar                                  e. A, b dan c salah
    3. Punggung kaki
  11. Bagi seorang pemain bola, cara mengontrol bola yang paling mudah adalah datangnya bola…..
    1. Dari atas                                              d. Tendangan sudut
    2. Mendatar                                             e. Tendangan bebas
    3. melambung
  12. Penguasaan bola yang paling baik dan efektif dilakukan dengan….
    1. Paha                                                    d. kepala
    2. Dada                                                   e. tangan
    3. kaki
  13. Serangan pertama dalam permainan bola voli adalah:
    1. Smash                                                 d. block
    2. Servise                                                e. spike
    3. Pass
  14. Teknik dasar permainan bola voli dibawah ini, kecuali:
    1. Smash                                                 d. block
    2. Servise                                                e. Pola penyerangan
    3. pass

ESSAY TEST

  1. Jelaskan pembagian dari cabang olah raga Atletik secara terperinci?
  2. Jelaskan teknik dasar permainan bola basket?
  3. Berapakah panjang,lebar dan jari-jari lingkaran tengah bola basket?
  4. Gambarkan lapangan lengkap beserta ukurannya dan sebutkan berapa istilah dalam permainan Sepak bola?
  5. Kemukakan pendapat dan alasan anda apa manfaat pelajaran penjas bagi siswa/i SMA Negeri 2 Pulo Aceh?

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MEMANFAATKAN

LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR

DI SMA NEGERI 1 LHOONG

ABSTRAK

Salah satu setrategi pembelajaran yang sesuai dengan hal tersebut  adalah pembelajaran dengan pendekatan Pakem. Dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar maka implementasi pembelajaran pakem akan memungkinkan siswa bisa mengembangkan kreativitas, motivasi dan partisipasinya dalam pembelajaran . Dari hasil pantauan peneliti selaku pengawas sekolah, selama ini  para guru di SMA Negeri 1 Lhoong , sangat jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.

Begitu pula dalam KKG, kemampuan guru berdiskusi masih kurang aktif dan kreatif, sehingga kemampuan guru memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar belum baik. Berdasarkan latar belakang di atas, maka  permasalahan yang dapat dirumuskan adalah:

1.      Apakah dengan diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG) dapat meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di SMA Negeri 1 Lhoong

2.      Apakah kelemahan dan kelebihan pelaksanaan diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG) terhadap peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber  belajar di SMA Negeri 1 Lhoong

Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas maka penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan  sekolah sebagai sumber belajar dan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan pelaksanaan diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG) terhadap peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber  belajar di SMA Negeri 1 Lhoong

Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus,dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali  pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di SMA Negeri 1 Lhoong yang terdiri dari enam orang guru kelas dan dua orang guru bidang studi.

Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi,instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif.

 

KATA PENGANTAR

 

Penelitian ini berjudul “PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MEMANFAATKAN  LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI SMA NEGERI 1 LHOONG bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar melalui diskusi  dalam kelompok kerja guru (KKG).

Laporan hasil  penelitian tindakan sekolah ini dapat terselesaikan berkat dukungan dari berbagai pihak yang telah memberikan bimbingan, motivasi, materi serta fasilitas pendukung lainnya.Untuk itu melalui kesempatan ini,disampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada :

Semua pihak yang terkait di SMA Negeri 1 Lhoong yang telah menyediakan kondisi dan fasilitas pelaksanaan penelitian, sehingga  seluruh kegiatan penelitian dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana.

 

 

Terima kasih.

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah

Untuk itu sesuai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berlaku sekarang  ini, memerlukan strategi baru terutama dalam kegiatan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran yang sebelumnya lebih banyak didominasi oleh peran guru (teacher centered) diperbaharui dengan sistem pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered). Dalam implementasi KTSP guru harus mampu memilih dan menerapkan model, motode atau setrategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi sehingga mampu mengembangkan daya nalar siswa secara optimal.Dengan demikian dalam pembelajaran guru tidak hanya terpaku dengan pembelajaran di dalam kelas, melainkan guru harus mampu melaksanakan pembelajaran dengan motode yang variatif.

Disamping itu sesuai dengan pendekatan PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif dan Menyenangkan), guru harus mampu menghadapkan siswa dengan dunia nyata sesuai dengan yang dialaminya sehari-hari. Salah satu strategi pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan Pakem yang memungkinkan bisa mengembangkan kreativiats, motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran adalah dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Hal ini juga sesuai dengan salah satu pilar dari pendekatan contekstual yaitu masyarakat belajar (learning commonity). Untuk mencapai tujuan tersebut, salah satu cara belajar yang disarankan dalam KTSP sebagai upaya mendekatkan aktivitas belajar siswa pada berbagai fakta kehidupan sehari-hari di sekitar lingkungan siswa. Memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar menjadi alternatif setrategi pembelajaran untuk memberikan kedekatan teoritis dan praktis bagi pengembangan hasil belajar siswa secara optimal. Ekowati (2001) mengatakan, memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar merupakan bentuk pembelajaran yang berfihak pada pembelajaran melalui penggalian dan penemuan (experiencing) serta keterkaitan (relating) antara materi pelajaran dengan konteks pengalaman kehidupan nyata melalui kegiatan proyek. Pada pembelajaran dengan setrategi ini guru bertindak sebagai pelatih metakognitif yaitu membantu pebelajar dalam menemukan materi belajar, mengintegrasikan pengetahuan dan ketrampilan dalam pembuatan laporan dan dalam penampilan hasil dalam bentuk presentasi.

Dari hasil pantauan peneliti selaku kepala sekolah, selama ini  para guru masih sangat jarang memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Lingkungan  sekolah  tidak  lebih  hanya  digunakan sebagai tempat bermain-main siswa pada saat istirahat. Kalau tidak jam istirahat, guru lebih sering  memilih mengkarantina siswa di dalam kelas, walaupun misalnya siswa sudah merasa sangat jenuh berada di dalam kelas.

Seperti observasi awal yang dilakukan di SMA Negeri 1 Lhoong guru-guru di sekolah tersebut memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar hanya dua sampai tiga kali dalam satu semester. Guru lebih sering menyajikan pelajaran di dalam kelas walaupun materi yang disajikan berkaitan dengan lingkungan sekolah. Dari wawancara yang dilakukan peneliti, sebagian besar guru mengaku enggan mengajak siswa belajar di  luar kelas, karena alasan susah mengawasi. Selain itu ada guru yang menyampaikan bahwa mereka tidak bisa dan tidak tahu dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.

Untuk mengatasi hal itu perlu adanya diskusi kelompok diantara para guru kelas dalam bentuk KKG untuk mendiskusikan masalah pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.

Dalam kegiatan diskusi tersebut para guru bisa membagi pengalaman dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar untuk mencapai hasil belajar yang optimal.  Penelitian Nur Mohamad dalam Ekowati (2001) menunjukkan diskusi kolompok memiliki dampak yang amat positif bagi guru yang tingkat pengalamannya rendah maupun yang tingkat pengalamannya tinggi.

Bagi guru yang tingkat pengalamannya tinggi akan menjadi lebih matang dan bagi guru yang tingkat pengalamannya rendah akan menambah pengetahuan.  Keunggulan diskusi kelompok melalui KKG adalah keterlibatan guru bersifat holistic dan  konprehensip   dalam   semua   kegiatan.  Dari   segi  lainnya  guru  dapat  menukar pendapat,   memberi saran, tanggapan dan berbagai reaksi sosial dengan teman seprofesi sebagai peluang bagi mereka untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, serta hasil pengamatan peneliti melalui supervisi,maka dapat diidentifikasi masalahnya sebagai berikut:

1.      Pendekatan pembelajaran lebih banyak didominasi oleh peran guru, dan guru satu-satunya sumber belajar,selain buku paket.

2.      Pembelajaran yang dikembangkan di kelas – kelas kelihatannya  lebih ditekankan pada pemikiran reproduktif, menekankan pada hafalan dan mencari satu jawaban benar terhadap soal-soal yang diberikan

3.      Dalam  kegiatan  pembelajaran guru belum mampu menerapkan model, motode atau setrategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan sehingga kurang mengembangkan daya nalar siswa secara optimal.

4.      Dalam proses pembelajaran guru sangat jarang memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar,walaupun materi pelajaran ada kaitannya dengan lingkungan sekolah.

5.      Kegiatan  Kelompok  Kerja   Guru  (KKG) belum dimanfaatkan  dan dilaksanakan secara optimal.

C.  Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah diatas,maka dalam penelitian tindakan sekolah ini difokuskan pada penelitian masalah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar yang dapat dirumuskan sebagai berikut :

1.      Apakah  kemampuan guru  dalam  memanfaatkan  lingkungan  sekolah sebagai sumber  belajar dapat ditingkatkan melalui diskusi Kelompok Kerja Guru di SMA Negeri 1 Lhoong?

2.      Apakah kelemahan dan kelebihan pelaksanaan diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG) terhadap peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber  belajar di SMA Negeri 1 Lhoong?

 

D.  Pemecahan Masalah

Berdasarkan pada rumusan masalah diatas, dapat ditentukan hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan sekolah ini adalah : Diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG), dapat meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber  belajar di SMA Negeri 1 Lhoong.

E. Tujuan  dan Manfaat Penelitian

1.  Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari dilaksanakan penelitian tindakan sekolah ini adalah : Untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar melalui diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG) di SMA Negeri 1 Lhoong

2.  Manfaat Penelitian

Hasil Penelitian Tindakan Kelas ini diharapkan memberikan manfaat yang berarti bagi :

a.    Guru, dapat menyempurnakan metode pembelajaran yang  diterapkan di  sekolah sehingga dapat meningkatkan kreativiats, motivasi dan hasil belajar siswa.

b.    Kepala Sekolah, dapat memberikan motivasi bagi guru-guru yang lain untuk  menyempurnakan metode dan setrategi pembelajaran yang diterapkan di sekolah dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa.

c.    Pengawas sekolah, dapat membantu dalam membimbing dan pengawas guru  dalam pelaksanaan tugasnya sehingga dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru.

 

BAB II

LANDASAN TEORETIS

A.  Pemanfaatan Lingkungan Sekolah sebagai Sumber Belajar

Sumber belajar masyarakat dapat digunakan untuk kepentingan proses pembelajaran sains, ilmu sosial dan yang lainnya, salah satunya melalui survei wilayah. Melalui survei wilayah siswa akan menemukan sumber belajar di masyarakat sehingga mampu menumbuhkan motivasi untuk memperkaya nilai-nilai hasil belajar guna dapat meningkatkan pemahaman dan peningkatan materi pelajaran. (Sarman, 2005 : 3)

Nilai-nilai kegunaan sumber belajar masyarakat adalah : (1) menghubungkan kurikulum dengan kegiatan-kegiatan masyarakat akan mengembangkan kesadaran dan kepekaan terhadap masalah sosial; (2) menggunakan minat-minat pribadi peserta didik akan menyebabkan belajar lebih bermakna baginya; (3) mempelajari kondisi-kondisi masyarakat merupakan latihan berpikir ilmiah (scientif methode); (4) mempelajari masyarakat akan memperkuat dan memperkaya kurikulum melalui pelaksanaan praktis didalam situasi sesungguhnya; (5) peserta didik memperoleh pengalaman langsung yang kongkrit, realistis dan verbalisme. (Douglas dan Mill dalam Rusyan 2001 : 152)

Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar mengarahkan anak pada peristiwa atau keadaan yang sebenarnya atau keadaan yang alami sehingga lebih nyata, lebih faktual dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. Manfaat nyata yang dapat diperoleh dengan memanfaatkan lingkungan ini adalah : (1) menyediakan berbagai hal yang dapat dipelajari anak, (2) memungkinkan terjadinya proses belajar yang lebih bermakna (meaningful learning), (3) memungkinkan terjadinya proses pembentukan kepribadian anak, (4) kegiatan belajar akan lebih menarik bagi anak, dan (5) menumbuhkan aktivitas belajar anak (learning aktivities). (Badru Zaman, dkk. 2005)

B.  Diskusi Kelompok Kerja Guru

Kelompok Kerja Guru (KKG) adalah bentuk kegiatan yang beranggotakan guru-guru kelas, dimana tujuan kegiatannya adalah untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi mereka sesuai kelas yang dipegang. Bentuk kegiatan KKG bisa berupa diklat, simulasi, diskusi atau yang lainnya.

Kemudian diskusi kelompok adalah suatu kegiatan belajar yang dilakukan secara bersama-sama. Diskusi kelompok pada dasarnya memecahkan persoalan secara bersama-sama. Artinya setiap anggota turut memberikan sumbangan pemikiran dan pendapat dalam memecahkan persoalan tersebut. Diskusi kelompok adalah suatu kegiatan belajar untuk memecahkan persoalan secara bersama-sama, sehingga akan memperoleh hasil yang lebih baik. (Tabrani dan Daryani dalam Kasianto,2004)

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa diskusi kelompok adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku sebagai pengalaman individu dalam interaksinya dengan lingkungan yang dilakukan secara bersama-sama atau berkelompok.

Ischak.SW dan Warji R. (dalam Kasianto,2004) mengemukakan beberapa petunjuk dalam pelaksanaan diskusi kelompok, yaitu :

a.       Pilihlah teman yang cocok untuk bergabung dalam belajar kelompok. Jumlah setiap kelompok terdiri dari 5 hingga 7 orang.

b.      Tetapkan siapa sebagai pemimpin yang akan memimpin jalannya diskusi atau belajar kelompok.

c.       Hentaskan persoalan satu persatu dengan memberi kesempatan kepada anggota untuk mengajukan pendapatnya. Dari pendapat yang masuk dikaji bersama-sama mana yang paling tepat.  (Ischak.SW dan Warji R. dalam Kasianto,2004)

Dari uraian di atas,maka di dalam pelaksanaan diskusi kelompok perlu diperhatikan pembentukan kelompok,penetapan pimpinan kelompok,penetapan masalah yang akan dibahas dan pencatatan kesimpulan hasil diskusi kelompok.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A.   Lokasi Penelitian

Penelitian Tindakan Sekolah ini berlokasi di SMA Negeri 1 Lhoong yang ditujukan pada guru-guru kelas dan guru bidang studi.Adapun alasan utamanya adalah dari hasil pengamatan dan  informasi dari guru,bahwa hampir semua guru jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.

B.   Perencanaan Tindakan

Bentuk tindakan dalam penelitian ini berupa supervisi (bimbingan kelompok) kepada guru-guru melalui KKG, agar mampu menyusun skenario pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar secara efektif. Secara rinci bentuk tindakan dalam penelitian ini adalah :

1. Menyampaikan informasi tentang pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai  sumber belajar.

2. Membimbing  guru  menyusun  skenario  pembelajaran  yang  berkaitan   dengan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.

3. Membimbing  guru  dalam  memanfaatkan  lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.

4. Membimbing guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.

Prosedur penelitian yang dilakukan adalah menggunakan model penelitian  tindakan sekolah yang dikembangkan oleh Kemmis & Taggart (2000), dimana pada prinsipnya ada empat tahap kegiatan yaitu, perencanaan tindakan (planning), pelaksanaan tindakan (action), observasi dan evaluasi proses tindakan (observation and evaluation) dan melakukan refleksi (reflecting).

Perencanaan

Alur penelitian secara keseluruhan dapat digambarkan sebagai berikut :

 

Tindakan

 

 

Observasi

Refleksi

Gambar 0.1. Alur Penelitian

Secara rinci prosedur tindakan yang dilakukan adalah :

1.      Membagi guru dalam dua kelompok kecil.

2.      Peneliti memberi penjelasan tentang pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.

3.      Guru  menyusun  skenario  pembelajaran  dengan  memanfaakan  lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dalam diskusi kelompok.

4.      Peneliti membimbing kelompok guru dalam menyusun skenario    pembelajaran.

5.      Wakil  kelompok guru mempresentasikan  skenario pembelajaran.

6.      Peneliti memberi masukan terhadap skenario pembelajaran yang telah dibuat kelompok guru.

7.      Guru melaksanakan skenario pembelajaran dalam proses pembelajaran yang sebenarnya.

8. Peneliti mengevaluasi kemampuan guru dalam mengimplementasikan skenario pembelajaran.

9. Dalam kelompok diskusi guru berbagi pengalaman terkait dengan pelaksanaan pembelajaran yang memanfaakan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.

10. Target yang diharapkan:

a.       Guru  mampu  membuat  skenario pembelajaran  dengan memanfaakan   lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.

b.      Guru mampu melaksanakan pembelajaran dengan memanfaakan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.

c.       Guru mampu berdiskusi secara aktif dan kreatif,dan mampu memanfaatkan  diskusi kelompok kerja guru secara efektif dan efesien dalam memecahkan masalah yang terkait dengan kegiatan pembelajaran.

C.  Pelaksanaan Tindakan

1. Siklus I

a. Perencanaan Penelitian.

Kegiatan penelitian ini direncanakan berlangsung selama dua siklus,mulai bulan  desember s/d bulan Agustus 2010 di SMA Negeri 1 Lhoong  pada jam sekolah 07.30-12.50.

Perencanaan penelitian meliputi:

1). Pertemuan  dengan  Kepala  Sekolah  dan guru – guru, menginformasikan  tentang pelaksanaan penelitian.

2). Peneliti  menyiapkan  skenario diskusi kelompok yang akan dilaksanakan selama proses tindakan.

3). Peneliti  menyiapkan instrumen  penelitian ( lembar observasi, lembar  penilaian   kemampuan  guru).

b. Pelaksanaan Penelitian.

Pada tahap pelaksanaan merupakan tahap inti dimana pelaksanaan diskusi KKG berlangsung dengan langkah-langkah berikut.

1). Pertemuan I

a). Peneliti selaku pengawas sekolah memberi arahan umum pemanfaatan lingkungan  sekolah sebagai sumber belajar

2). Pertemuan II

a). Guru melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan  lingkungan sekolah sebagai sumber belajar sesuai skenario pembelajaran yang dimiliki.

b). Peneliti melakukan penilaian pada guru terkait dengan implementasi pembelajaran sesuai skenario yang dibuat.

3).  Pertemuan III

a).  Kelompok kerja guru melakukan diskusi tentang kendala-kendala pelaksanakan pembelajaran dengan  memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.

b). Peneliti melakukan bimbingan dalam kelompok, terkait dengan pembelajaran yang diterapkan guru. dan merevisi  skenario  pembelajaran  sehingga  menghasilkan skenario pembelajaran yang sesuai dengan pakem.

c. Observasi dan Evaluasi

Kegiatan observasi dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan yaitu pada saat diskusi KKG baik pada pertemuan I, II dan III.  Tahap observasi bertujuan untuk mengetahui kerjasama ,kreativitas,perhatian, maupun presentasi yang dilakukan guru dalam menyusun skenario  pembelajaran maupun dalam melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.

Adapun skala penilaian yang digunakan adalah skala Likert dengan 5 katagori sikap yaitu:sangat tinggi, tinggi, rendah, sedang dan sangat rendah. Penilaian dilakukan dengan memberi skor pada kolom yang tesedia dengan ketentuan sebagai berikut : skor 5 = sangat tinggi, skor 4 = tinggi, skor 3 = sedang, skor 2 = rendah, dan skor 1 = sangat rendah. Untuk mendapatkan nilai digunakan rumus :

NK= Jumlah skor  perolehan x 100

Jumlah skor maksimal

Setelah diperoleh nilai,maka nilai tersebut ditransfer ke dalam bentuk kualitatif untuk memberikan komentar bagaimana kualitas sikap guru yang diamati dalam diskusi KKG, penyusunan skenario  pembelajaran dan penilaian pelaksanaan pembelajaran dengan kriteria penilaian acuan patokan skala lima sebagai berikut: Tahap evaluasi dilakukan pada akhir tindakan yang bertujan untuk mengetahui tingkat kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Pelaksanaaan evaluasi dilakukan dengan menggunakan lembar penilaian skenario pembelajaran dan lembar penilaian pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut:

1.      Skenario pembelajaran sekurang-kurangnya memuat standar kompetensi, kompotensi dasar, indikator, materi pelajaran, alat/media, sumber belajar dan penilaian.

2.      Kesesuaian  antara  materi  pelajaran  dengan media dan setrategi pembelajaran

3.      Kaitan antara materi pelajaran dengan pemilihan sumber belajar

4.      Kesesuaian antara tujuan pembelajaran dengan sumber bahan dan  penilaian.

Format Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran

1.      Kegiatan pendahuluan ( apersepsi dan motivasi )

2.      Kegiatan inti pelaksanaan pembelajaran secara keseluruhan

3.      Kemampuan guru mengkaitkan materi pelajaran dengan lingkungan sekolah.

4.      Kemampuan guru memberi contoh-contoh riil yang ada di lingkuan sekolah.

5.      Kemampaun membuat evaluasi berkaitan dengan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.

6.      Penutup pelajaran (memberi penguatan, memberi PR tentang pemanfaatan lingkungan sekolah.)

d.  Refleksi

Berdasarkan hasil observasi selama berlangsungnya kegiatan dan hasil evaluasi pada akhir pertemuan siklus dilakukan refleksi. Hasil refleksi ini dijadikan acuan untuk merencanakan penyempurnaan dan perbaikan siklus berikutnya. Semua tahap kegiatan tersebut mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan maupun observasi dan evaluasi dilakukan secara berulang-ulang melalui siklus–siklus sampai ada peningkatan sesuai yang diharapkan yaitu mencapai angka katagori”baik” dengan rentang skor  80 – 89. Jika skor yang diperoleh kurang dari  80-89,berarti belum memenuhi target yang ditetapkan, maka perlu bimbingan pada siklus II

2. Siklus II

a. Perencanaan Penelitian.

Pada tahap ini direncanakan supervisi (pembinaan) dengan menggunakan tehnik  diskusi  kelompok  kerja  guru,  tentang  pemanfaatan  lingkungan  sekolah  sebagai sumber belajar oleh guru kelas maupun guru bidang studi di SMA Negeri 1 Lhoong yang belum mencapai hasil optimal dalam siklus I. Berdasarkan hasil observasi dan refleksi siklus I,dilakukan perbaikan terhadap strategi dan penyempurnaan pelaksanaan  bimbingan  di siklus II.

b. Pelaksanaan Penelitian.

Pada  prinsipnya langkah-langkah pelaksanaan tindakan pada  siklus I  diulang pada siklus II dengan memodifikasi dan perbaikan-perbaikan berdasarkan hasil refleksi pada siklus I. Kegiatan pada siklus II terdiri dari 2 (dua) kali pertemuan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :

 

1). Pertemuan I

a)      Melalui kelompok kerja, guru mendiskusikan tentang permasalahan-permasalan atau hambatan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar,dalam menyusun skenario pembelajaran yang selanjutnya dicarikan pemecahannya. Kegiatan ini dibantu oleh guru yang dianggap  sudah cukup mampu dalam hal tersebut

b)      Guru mempresentasikan dan mensimulasikan hasil diskusi kelompoknya.

c)      Guru  merevisi  dan  menyempurnakan   skenario  pembelajaran dengan   mengoptimalkan  pemanfaatan  lingkungan  sekolah sebagai sumber belajar.

2). Pertemuan II

a)      Guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas   dengan  menggunakan skenario pembelajaran yang sudah direvisi.

b)      Guru mendiskusikan dan menyempurnakan skenario pembelajaran yang lengkap dengan pemanfaatan  lingkungan  sekolah sebagai sumber belajar.

c)      Guru mencatat kekurangan pembelajaran yang perlu diperbaiki dan disempurnakan.

c. Observasi dan Evaluasi.

Observasi dilakukan peneliti saat guru berdiskusi tentang masalah atau hambatan  dan  pemecahannya  dalam  kegiatan  kelompok  kerja  guru baik  secara individu maupun kelompok.Observasi terhadap aspek sikap guru dilakukan dengan menggunakan format observasi yang sama dengan format observasi yang digunakan pada siklus I.

Evaluasi dilakukan pada akhir pertemuan siklus II,dengan menggunakan format penilaian yang sama dengan format penilaian yang digunakan pada siklus I. Adapun aspek yang dinilai, serta cara menilai juga sama dengan penilaian pada siklus I.

d. Refleksi

Berdasarkan hasil observasi selama berlangsungnya kegiatan dan hasil evaluasi pada akhir pertemuan siklus II,maka dilanjutkan dengan mengadakan refleksi terhadap kegiatan dan hasil  kegiatan yang sudah berlangsung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Stop Dreaming Start Action saya masukkan saja sebagai Kata Mutiara karena memang maknanya sangat berharga yaitu agar kita tidak hanya bermimpi untuk mendapatkan sesuatu melainkan perlu berusaha dengan sungguh-sungguh, dengan cara yang baik, rajin, ulet, tekun dan tetap gembira apapun hasilnya. Anda setuju kan kalau uangkapan Stop Dreaming Start Action ini merupakan kata bijak?. Beberapa orang mungkin menterjemahkan Stop Dreaming sebagai berhentilah mempunyai impian. Kalau diartikan seperti itu tentu saja maknanya menjadi berbeda, karena sesungguhnya Power of Dream atau Kekuatan Impian adalah luar biasa. Yang pasti untuk benar-benar berhasil kita perlu NOT only dreaming buat Start a real Action.

Jadi ingat saja kata mutiara satu ini jika suatu ketika Anda punya keinginan baru atau keinginan lama yang belum terwujudkan. Anda dapat memperkuat dream Anda tersebut dengan cara membayangkan yang enak-enak jika Anda berhasil mendapatkannya, dan membayangkan betapa susahnya Anda jika hal itu tidak tercapai. Tandanya dream atau impian Anda tersebut sudah sangat mendominasi anda maka anda akan tergerak untuk benar-benar MENGUSAHAKANnya atau Start Action. Itulah maka dari kata mutiara Stop Dreaming Start Action menurut saya.

Sebenarnya harus saya akui bahwa kata mutiara atau kata bijak yang sering saya baca dari buku-buku atau yang diucapkan orang-orang, termasuk juga yang bahkan sering dikutip teman-teman menjadi Status Facebook mereka, lebih sering hanya sampai di level pengetahuan saja. Mungkin juga Anda sering juga mendengar kata bijak yang sangat sederhana dan memaknainya sebatas itu, seperti saya tadi. hehe.. Misalnya ketika mendengar kata bijak Rajin Pangkal Pandai, sepertinya sudah menjadi biasa, bukan senilai mutiara lagi. Lalu hanya sedikit diantara kita yang benar-benar RAJIN dalam arti yang luas. Benar kan?. Semoga kata mutiara yang satu ini Stop Dreaming Start Action dapat melekat lebih kuat dan sanggup benar-benar kita praktekkan.

Semoga Anda setuju dengan uraian singkat diatas, dan mulai sekarang kita kumandangkan dan praktekkan Stop Dreaming Start Action ini jauh lebih kuat jauh lebih sering.

Atau Anda punya pendapat lain tentang makna Stop Dreaming Start Action ini? Silahkan berkomentar.

 

mulai dari titik 0

bekerjalah penuh kecintaan

 

BIO CLUBIndonesia yang masuk dalam jajaran Negara paling berpolusi no 3 sedunia, setidaknya boleh berbangga hati. Di tengah – tengah mirisnya pendidikan di negeri ini, sebuah inovasi baru di bidang pendidikan Indonesia hadir

Green School – Kul- Kul Campus. Yang terletak di desa Cundien, 56 km dari pusat kota Banda Aceh. Sebuah sekolah unik yang digagas oleh Dompet Duafa,Ditambah lagi arena olahraga, laboratorium, perpustakaan, dll.

INTERAKSI DENGAN ALAM

Para murid diajarkan untuk dekat dengan alam, mulai dari cara menanam pohon dan tanaman comersil, memproduksi sendiri. Semua itu tak lepas dari harapan agar murid – murid mereka mengerti tentang berbagai hal dalam kehidupan, dan mampu menjadi pemimpin di dunia yang selalu berubah dan menantang ini.

Pendeknya, mereka-para pelajar-akan tahu segala hal dari organic gardening hingga mendesain website, dari menjalankan bisnis kecil hingga menekan emisi karbon, menjadi orang yang membanggakan dan dapat dipercaya mengelola kehidupan dengan lebih baik, di tengah krisis bumi ini.
Di sisi yang lain seharusnya keberadaan Green School menginspirasi pemerintah dan swasta membuat sekolah yang mirip namun lebih affordable dalam biaya.
Bukan apa, sebagai anak negeri, miris rasanya melihat anak – anak bule yang terkenal bersih itu mau bermain – main dengan lumpur dan duduk lesehan di atas tikar, kemudian mampu bercocok tanam, menanam padi, dan membudidayakan udang. Sedangkan kita ? masuk ke lumpur saja mungkin tidak pernah, apalagi menanam padi ? padahal bercocok tanam merupakan identitas bangsa kita sebagai negara agraris.
Andaikata sekolah di negeri ini seperti Green School, mungkin tidak akan ada lagi yang namanya illegal logging, dan pembabatan hutan secara liar, karena sejak kecil mereka telah diajarkan bagaimana cara mencintai alam.

Hem…
Sekarang banyak banget ya..sekolah yang kurang memperhatikan adanya penghijauan…karena tidak ada tumbuhan-tumbuhan yang menghiasi disitu, makanya mulai sekarang biar kita nyaman belajar di situ ayolah adakan penghijauan di sekolah kamu masing-masing…

Btw (by the way)^^….
Gimana nich dengan sekolah kamu…udah ada penghijauan di sekolah kamu belum????^^
Kalau dipikir-pikir ya emang sih sekolah yang kurang penghijauan kita berada di sana kurang nyaman….PANAS..-_- Apa lagi kalau ada proses belajar mengajar out door hem….bisa kepanasan kita..+ tidak ada tempat untuk berteduh.
TAPI kalau kita merawat lingkungan sekolah khususnya sekolahan jita sendiri niscaya dech pasti kita sekolah di situ pasti nyaman dan tidak hanya kita saja tapi warga sekolah…^^

 

Gerakan Indonesia menanam merupakan agenda tahunan yang dicanangkan pemerintah untuk mengatasi krisis Global Warming.

THE EARTH